UPAYA PENGEMBANGAN DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER AIR DI PULAU KECIL SUPIORI PAPUA

Heni Rengganis

Abstract


Wilayah Kabupaten Supiori merupakan gugusan pulau-pulau kecil yang terdiri atas pulau Supiori dan pulau-pulau kecil lainnya. Pulau ini memiliki sejumlah sumber air berupa mata air yang lokasinya tersebar hampir di seluruh kecamatan. Potensi sumber air di wilayah ini, secara kuantitas sangat berlebih jika hanya digunakan untuk kebutuhan air bersih penduduk saja. Penelitian pemanfaatan dan pengembangan pendayagunaan sumber air dilaksanakan dengan survei lapangan dan dilanjutkan dengan pengukuran serta evaluasi pengembangan dan pendayagunaan khususnya mata air. Sebagian besar sumber air di Pulau Supriori berpotensi untuk dikembangkan. Selain dipakai untuk kebutuhan industri pariwisata dapat juga digunakan untuk industri yang menggunakan air sebagai bahan baku utama, seperti air minum dalam kemasan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan gambaran tentang pemanfaatan sumber air di pulau kecil Supiori Papua untuk berbagai kebutuhan dan kemungkinan pemanfaatan sebagai air baku air minum dalam kemasan. Sasarannya adalah agar pemerintah daerah setempat dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sumber-sumber air yang dapat dipertahankan keberlanjutannya. Salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan yaitu sumber air Mastrip dengan debit 40 l/s - 812 l/s. Meskipun jauh dari permukiman penduduk, tetapi lokasi ini mudah dijangkau dari arah laut. Potensi ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat Kabupaten Supiori, karena selama ini air minum dalam kemasan yang beredar di Papua berasal dari daerah Jawa Timur.

References


Badan Pusat Statistik. 2013. Supriori Dalam Angka 2013, BPS Supriori-Papua

Bambang Soenarto dkk. 2010. Penyediaan Air Baku di Pulau-Pulau Kecil, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, Bandung 2010.

Badan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah Kabupaten Supriori. 2013. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Supriori, Supriori Papua

BSN. 1996. SNI 01-3553-1996. Baku Mutu Air Minum Dalam Kemasan.

Departemen Kesehatan. 2003. Pedoman dan Pengawasan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum Departemen Kesehatan Jakarta 2003.

Hendarmawan dan T. Yan W. M. Iskandarsyah. 2009. Pengelolaan Air Tanah yang Berwawasan Lingkungan oleh Industri Air Minum Dalam Kemasan. Universitas Diponegoro Semarang.

Hiscock. K. 2005. Hydrogeology Principles And Practice. Blackwell Publishing, USA-UK-Australia

Igor S. Zektser, Lorne G. Everett. 2004. Groundwater Resources of the World and Their Use, IHP-VI, Series on Groundwater No 6, Unesco, 299-301.

Kresic Neven. 2009. Groundwater Resources. Mc Graw Hill Companies, Inc USA

Paul L. Yonger. 2007. Groundwater in the Environment, Blackwell Publishing, USA-UK-Australia.

Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Pusat Lingkungan Geologi. 2007. Kumpulan Panduan Teknis Pengelolaan Air Tanah. Departement Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi Pusat Lingkungan Geologi, Bandung.

Ratna Hidayat. 2003. Pengkajian Berbagai Aspek Air Minum Dalam Kemasan. Prosiding PIT HATHI. Samarinda 19-21 Oktober 2003 ISSN 0853-6457

Rushton. K. R. 2003. Groundwater Hydrology. John Wiley& Sons Ltd, The Atrium, Southern Gate, Chichester, West Sussex PO19 8SQ, England.




DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v11i1.111

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL SUMBER DAYA AIR

 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

Creative Commons License


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.