Evaluasi Kinerja Proses Aufekotek Untuk Pengendalian Limbah Cair Pabrik Tahu Di S.Cipeles

Ratna Hidayat

Abstract


Terdapat sejumlah pabrik tahu di Sumedang, dimana salah satu pabrik membuang limbahnya ke Sungai Cipeles dengan kadar BOD 2.3106.680
mg/L, COD 1.9318.900 mg/L, temperatur tinggi dan bersifat asam. Akibatnya terjadi peningkatan pencemaran sungai, yaitu BOD 40%, dan COD 30 %, karena Sungai Cipeles merupakan hulu Waduk Jatigede, maka perlu dijaga kelestariannya, Saat ini pabrik tersebut mengolah limbahnya pada prototip Puslitbang Sumber Daya Air yang merupakan gabungan proses anaerobic dengan Ekoteknologi, tetapi masih perlu diketahui kinerjanya. Metode penelitian dilaksanakan dengan cara mengukur inlet dan outlet Unit Ekoteknologi untuk ketiga jenis tanaman (Iris versicolor, Fimbristylis globusa dan Typha latifolia) dengan proses adaptasi, melalui aklimatisasi di unit AUF. Kesimpulan dari penelitian ini adalah BOD outlet pengolahan dengan pengenceran ketiga jenis tanaman sesuai dengan BMLC (Baku Mutu Limbah Cair) Gol.I, sedangkan COD yang memenuhi BMLC Gol.1 yaitu Iris versicolor dan Typha latifolia. Selanjutnya COD pengolahan tanpa pengenceran ketiga jenis tanaman memenuhi kriteria BMLC Gol.1. Apabila emisi limbah meningkat tiba tiba, kerja mikroorganisme cenderung gagal (berbau dan mikroba punah). Hal ini dapat diatasi dengan pengulangan aklimatisasi dan pengoperasian  bertahap dengan dan tanpa pengenceran.

Keywords


Limbah Cair Tahu; Ekoteknologi; Anaerobic Upflow Filter (AUF); BOD; COD



DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v6i1.386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL SUMBER DAYA AIR

 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 

Creative Commons License


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.