ANALISIS KELAYAKAN SAFE DRIP SEBAGAI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR PADA BENCANA BANJIR

Anita Megawati

Abstract


Kelangkaan air bersih merupakan permasalahan yang sering terjadi pada waktu banjir padahal air bersih merupakan kebutuhan yang paling penting dalam menjamin kelangsungan hidup masyarakat yang terkena dampak bencana banjir. Safe drip merupakan teknologi pengolahan air di tempat pada level rumah tangga yang dapat diterapkan pada bencana banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan safe drip sebagai teknologi pengolahan air pada saat bencana banjir dari aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode ini dilakukan melalui survei yang berpedoman pada kriteria kelayakan teknologi pengolahan air pada keadaan darurat yang telah ditetapkan dan didukung oleh demonstrasi safe drip pada lokasi penelitian. Melalui penelitian ini, diketahui bahwa safe drip dapat dikategorikan sebagai teknologi pengolahan air yang layak digunakan pada bencana banjir ditinjau dari aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Adapun kriteria kelayakan yang digunakan, antara lain adalah kemudahan dalam distribusi, jumlah air yang dihasilkan, kualitas air yang dihasilkan, keterjangkauan biaya, ketersediaan sumber daya, partisipasi masyarakat lokal, keterlibatan tokoh masyarakat, kemudahan dalam penggunaan dan pemeliharaan, serta prakiraan dampak lingkungan.

References


Al-Layla., Anis, M., Ahmad, S., dan Middlebrooks, E. J. 1980. Water Supply Engineering Design. Utah: Ann Arbor Science.

Bakornas PB. 2007. Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana dan Upaya Mitigasinya di Indonesia. Jakarta: Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana.

BMKG Stasiun Klimatologi Karang Ploso Malang. 2013. Analisis Distribusi Curah Hujan Jawa Timur Bulanan. Media Release. [http://www.staklimkarangploso.info/index.php/analisis-distribusi-curah-hujan-jawa-timur-bulanan]

BNPB. 2010. Data Bencana Indonesia Tahun 2009. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

BPBD Kabupaten Bojonegoro. 2013 Laporan Rekapitulasi Kejadian Korban dan Kerusakan Bencana Banjir Bengawan Solo. Bojonegoro: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro.

Clarke, B.A., and A. Steele. 2009. Water Treatment Systems for Relief Agencies: The On-Going Search for The Silver Bullet. Desalination 248, 64-71.

Effendi, H. 2003.Telaah Kualitas Air. Yogyakarta, Kanisius.

EPA. 2012. What to Do After the Flood. Media Release. [http://water.epa.gov/drink/info/well/whatdo.cfm]

Global Wash Cluster. 2009. The Global WASH Learning Project: Lessons Learned in WASH Response during Rural Flood Emergencies. Global Wash Cluster, New York.

Guha-Sapir D., F. Vos, R. Below R, and S. Ponserre. 2012. Annual Disaster Statistical Review 2011: The Numbers and Trends. Brussels, CRED.

IFRC. 2008. Household Water Treatment and Safe Storage in Emergencies. International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, Geneva.

Hanafi. 1981. Memasyarakatkan Ide-Ide Baru disarikan dari Communication of Innovation karya Rogers E. M., dan F.F. Shoemaker. Surabaya: Usaha Nasional.

Kaggwa, R. C. Mulaleo, C. I., Denny, P and Okurut T. O. 2001. The Impact of Alum Discharges on Natural Tropical Wetland in Uganda. Water Research 35 Nomor 3:795-807.

Loo, S.L., Fane, A.G., Krantz, W.B., and Lim, T.T. 2012. Emergency Water Supply: A Review of Potential Technologies and Selection Criteria. Water Research 46 (10), 3125 - 3151.

Luff, R. 2004 Paying Too Much for Purity? Development of More Appropriate Emergency Water Treatment Methods. People-Centred Approaches toWater and Environmental Sanitation,WEDC International Conference, Vientiane, Lao PDR.

Masduqi, A. dan Assomadi, A.F. 2012. Operasi dan Proses Pengolahan Air. Surabaya: ITS Press.

Munaf, D.R., T. Suseno, R. I. Janu, dan A. M. Badar. 2008. Peran Teknologi Tepat Guna untuk Masyarakat Daerah Perbatasan (Studi Kasus: Propinsi Kepulauan Riau). Jurnal Sosioteknologi, Edisi 13 Tahun 7, April 2008.

Murphy, H. M., E. A. McBean, and K. Farahbakhsh. 2009. Appropriate Technology A Comprehensive Approach for Water and Sanitation in The Developing World. Technology in Society 31 (2009) 158167.

PMI. 2010. Petunjuk Teknis Operasional Tim Tanggap Darurat Air dan Sanitasi. Jakarta: Palang Merah Indonesia.

Profil Desa Mulyorejo Tahun 2011.

Quinn, L. 1997. Reverse Osmosis Systems in Military or Emergency Operations. Desalination 113, 297-301.

Rencana Kontinjensi Banjir Bengawan Solo di Desa Mulyorejo Tahun 2013.

Reynolds, T. D. and Richards, P. A. 1996. Unit Operations and Processes in Environmental Engineering. Second Edition. Boston: PSW Publishing Company.

Sphere. 2011. Humanitarian Charter and Minimum Standards in Disaster Response. Practical Action, UK.

Steele, A., and B. Clarke. 2008. Problems of Treatment Process Selection for Relief Agency Water Supplies in an Emergency. Journal of Water and Health 6, 483-489.

Tchobanoglous, G and E. D. Schroeder. 1985. Water Quality. United States, Addison-Wesley Publishing Company, Inc.

The Johns Hopkins and IFRC. 2008. Public Health Guide in Emergencies, Second Edition. Geneva, Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health and The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies.

UNCED. 1992. AGENDA 21. Rio de Janerio, Brazil, 3 to 14 June 1992. United Nations Conference on Environment & Development.

Wicklein, R.C. 1998. Designing for Appropriate Technology in Developing Countries. Technology In Society 20 (1998) 371-375.

Wisner, B. and Adams, J. 2002. Environmental Health in Emergencies and Disasters.W Geneva, World Health Organization.




DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v10i1.140

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Bintek SDA

Indexed by:
         
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.