ANALISIS KEBERLANJUTAN UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR DI ZONA HULU SUNGAI CITARUM DENGAN MODEL MULTI DIMENSIONAL SCALLING

Iskandar A. Yusuf

Abstract


Sungai Citarum merupakan sungai terbesar di Provinsi Jawa Barat, tingginya fungsi dan manfaat sungai ini telah dibangun tiga waduk kaskade raksasa: Saguling-Cirata-Jatiluhur yang menghasilkan 1.650 MW dan mengairi sawah irigasi teknis lebih dari 240.00 ha melalui Saluran Tarum Barat, Tarum Timur dan Tarum Utara. Berbagai upaya dalam penataan peraturan-perundangan serta penataan institusi atau lembaga pelaksananya berbagai program pemerintah yang melakukan pengendalian pencemaran air (PPA) dalam rangka pemulihan kualitas air sungai Citarum. Berbagai hasil studi telah disajikan yang menyatakan parahnya tingkat pencemaran air sungai Citarum disebabkan telah terlampauinya daya tampung beban pencemara air (DTBPA), namun disisi lain perizinan pembuangan air limbah terus berjalan tanpa menghiraukan kondisi faktualnya. Untuk mengetahui rencana solusi pemulihan kualitas air sungai Citarum dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan pelaksanaan pengelolaan kualitas air khususnya upaya PPA di Sungai Citarum dengan metode Multi Dimensional Scalling yang meliputi dimensi: Kebijakan, Teknis, Ekonomi, Sosial-Budaya, Penegakan Hukum dan Dukungan Pemangku Kepentingan. Adapun hasil kajian untuk kondisi eksisting tahun 2015 bahwa semua dimensi kurang berkelanjutan, namun untuk perkiraan tahun 2030 dan 2050 dimensi teknis meningkat signifikan mencapai status sangat berkelanjutan yang diikuti oleh dimensi lainnya mencapai status cukup berkelanjutan. Hasil analisis ada indikasi bahwa dimensi teknis dapat dikembangkan lebih mudah dari pada lainnya dan yang tersulit adalah dimensi ekonomi. Untuk meningkatkan status berkelanjutan yang lebih efektif perlu memacu atribut-atribut sensitif hasil dari analisis leverage dengan memperhatikan pula keseimbangan atribut lainnya pada setiap dimensi.


Keywords


Sungai Citarum, Pengendalian pencemaran air, Pemulihan kualitas air, Analisis berkelanjutan, Multi dimensional scalling

References


Bourgeois, R and F. Jesus. 2004. Participatory Prospective Analysis, Exploring and Anticipating Challenges with Pemangku kepentingan.Center for Alleviation of Poverty through Secondery Crops Development in Asia and The Pacific and French Agricultural Reasearch Center for Internasional Development. Monograph (46): 1 29

Charles AT. 2000. Sustainability Fishery Systems. Sain Marys University Halifax, Nova Scotia, Canada. 370

Dunn. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Kavanagh P. 2001. Rapid Appraisal of Fisheries (RAPFISH) Project. University of British Columbia, Fisheries Centre.

Kodoatie dan Syarif, 2008, Tata Ruang Air. Andi. Yogyakarta.

Malhotra, N. K. 2006. Riset Pemasaran: Pendekatan Terapan. PT Indeks Gramedia. Jakarta

Mohamad Hasan, et. all. 2011. Model Pengelolaan Sumber Daya Air DAS Citarum Yang Berkelanjutan, Jurnal Sumber Daya Air. Bandung. Volume 7 No.2. November 2011.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitss Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2010 tentang Perum Jasa Tirta II

Pitcher, T.J. and Preikshot, D.B. 2001. Rapfish: A Rapid Appraisal Technique to Evaluate the Sustainability Status of Fisheries.Fisheries Research 49(3): 255-270

Pusat Litbang SDA. 2015. Penyusunan Naskah Kebijakan Pengendalian Pencemaran Air Sungai Citarum. Bandung, Oktober 2015.

Rachman Kurniawan, 2004. Panduan Rapfish. Pelatihan penggunaan Model Multi Dimensional Scalling, Bapenas, Jakarta.

Ridwan. 2006. Analisis Sistem Dinamik Pada Usaha Peternakan Sapi Perah Di Kawasan Pariwisata Kabupaten Bogor.

Sabiham S. 2005. Manajemen sumberdaya lahan dalam usaha pertanian berkelanjutan. Makalah seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Save our Land for the Better Environment Bogor, 10 Desember.

Sanim, B. 2011 . Sumberdaya Air dan Kesejahteraan Publik, Sualu Tinjauan Tearitis dan Kajian Prkalis. IPS Press. Bogor.

Sjarief . 2008. Pengelolaan Sumbar Daya Air Terpadu. Andi. Yogyakarta.

Soegandy dan Hakim 2007. Implementasi Pembangunan Berkelanjutan Pengelolaan Air Baku untuk Air dalam Kemasan.

Sri Widyastuti, Endang . 2003. Hubungan Pemukiman Kumuh Dengan Pemenuhan Air Bersih dan Lingkungan Permukiman Sehal (Kasus DKI Jakarta), (disertasi), Bogor: Program Pascasa~ana, Inslitut Pertanian Bogor.

Sumardjo. 2010. Cyber extension. Peluang dan Tantangan dalam Revitalisasi Penyuluhan Pertanian. Penelitian Unggulan KKP3T di Departemen Sains Komunikasi dan pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB.Bogor

Syahyuti. 2006. Konsep Penting dalam Penrbangunan Pedesaan dan Pertanian: Penjelasan Tentang Konsep, Istilah. Teori dan Indikator serta Variabel. PT. Bina Rena Pariwara. Jakarta.

Tesfamichael D dan T J Pitcher. 2006. Multidisciplinary Evaluation of the Sustainability of Red Sea Fisheries Using Rapfish. Fisheries Reasearch 78: 277-235

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.




DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v12i1.293

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL SUMBER DAYA AIR

Indexed by:
   Sinta Science and Technology IndexCrossref logo              
 
 
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat