IDENTIFIKASI LEVEL KERENTANAN PROVINSI BALI DENGAN METODE PAIRWISE COMPARISON

Huda Bachtiar

Abstract


Identifikasi kerentanan di Provinsi Bali telah dilakukan menggunakan metode perbandingan berpasangan. Metode ini berdasarkan proses analisis hirarki, yaitu membandingkan suatu elemen objek dengan pembobotan untuk mengklasifikasikan suatu level. Parameter yang ditinjau dalam identifikasi kerentanan ini adalah tata guna lahan, infrastruktur, elevasi, kemiringan, dan kerentanan total. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengevaluasi level kerentanan terhadap parameter yang ditinjau. Identifikasi level kerentanan total tahun 2012 menunjukkan daerah Bali Selatan (Denpasar) memiliki level tinggi karena besarnya populasi penduduk dan lengkapnya fasilitas infrastruktur pendukung pariwisata, sedangkan level rendah terdapat di daerah Bali Utara. Pada tahun 2030, level tinggi dari kerentanan total di Kota Denpasar meluas karena meningkatnya jumlah penduduk dan rencana pengembangan tata guna lahan. Selain itu, level kerentanan di Kabupaten Badung berubah dari level rendah menjadi level moderat karena adanya perluasan area pariwisata. Berdasarkan hasil simulasi dapat diketahui wilayah dengan tingkat kerentanan paling tinggi, yaitu wilayah yang memiliki genangan paling luas. Dalam hal ini, deliniasi wilayah-wilayah tersebut harus tampak jelas pada peta sehingga dapat diterapkan dalam rencana tata ruang kota/wilayah.

Keywords


Kerentanan, metode perbandingan berpasangan, analisis hirarki, deliniasi, rencana tata ruang

References


Abdi, H., and Lynne J. William. 2010. Newman-Keuls Test and Tukey Test. In Neil Salkind (Ed.), Encyclopedia of Research Design. Thousand Oaks, CA: Sage. The University of Texas, Dallas, USA.

Anggraeni, D. 2004. Tugas Akhir: Kajian Risiko Tsunami Flores 1992 Menggunakan Pemodelan Numerik dan Sistem Informasi Geografis. Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Chamber, R. 2009. Climate Vulnerability and Capacity Analysis Handbook. University of Sussex, UK.

GLCF. 2012. Peta Topografi Bali Resolusi 90 meter. University of Maryland, USA. (alamat Website, http://glcf.umiacs.umd.edu/; diakses 1 Februari 2012).

Indrawan, B. 2011. Tugas Akhir : Kajian risiko kenaikan muka laut di pulau Tarakan. Program Studi Oseanografi, Institut Teknologi Bandung, Bandung

Kaiser, C. 2007. Coastal Vulnerability to Climate Change and Natural Hazards. Forum DKKV/CEDIM: Disaster Reduction in Climate Change. Karlsruhe University, Kiel.

Kim, S., C. A. Arrowsmith, and J. Handmer. 2009. Assessment of Socioeconomic Vulnerability of Coastal Areas from an Indicator Based Approach, Journal of Coastal Research, 21(5): 942-952.

Latief, H. et al. 2010. Synthesis Report Risk and Adaptation Assessment to Climate Change in Lombok Island, West Nusa Tenggara Province. Ministry of Environment, Indonesia.

Latief, H., I. Sofyan, dan M. S. Fitriyanto. 2010. Basis Sains Perubahan Iklim Berkenaan dengan Kenaikan Muka Air Laut dan Kejadian Iklim Ekstrem. Slide Presentasi, Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung, Bandung

Saaty, T. L. 1980. The Analytic Hierarchy Process: Planning, Priority Setting, Resource Allocation. McGraw-Hill International Book, New York.

UNEP (United Nations Environment Programme). 2006. Assessing Coastal Vulnerability: Developing Global Index for Measuring Risk, New York.




DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v9i1.359

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Bintek SDA

Indexed by:
         
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.