ANALISIS HASIL PEMANTAUAN ELEVASI MUKA AIR DI LAHAN GAMBUT KABUPATEN MUARO JAMBI PROVINSI JAMBI

Eleonora Runtunuwu

Abstract


Upaya memenuhi kebutuhan air tanaman di lahan gambut membutuhkan pengaturan elevasi muka air yang tetap terkondisikan pada level tertentu. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantau elevasi muka air terpadu di lahan gambut yang spesifik lokasi. Telah dilakukan penelitian di Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi, yang meliputi instalasi satu stasiun Automatic Weather Station, 19 piezometer, 4 rambu ukur dan 2 pintu air. Titik referensi yang digunakan untuk lokasi ini adalah 19,68 m di atas permukaan laut. Pembukaan dan penutupan pintu air pada waktu yang tepat mengakibatkan elevasi muka air dapat dipertahankan pada kondisi 50-60 cm terhadap kedalaman muka air tanah yang sesuai dengan kebutuhan kelapa sawit. Masalah pada musim kemarau, pasokan air dari saluran drainase ke lahan yang menurun secara gradual. Oleh karena itu, pintu air perlu ditambah terutama pada tersier barat dan timur masing-masing dengan ukuran lebar 4,3 m dengan kedalaman 1,6 m agar elevasi muka air lahan dapat lebih mudah diatur. Pengembangan sistem pemantau elevasi muka air terpadu di lahan dan saluran dengan menggunakan titik referensi yang spesifik lokasi sama akan memberikan informasi elevasi muka air yang lebih akurat. Data rekaman elevasi muka air runut waktu ini dapat digunakan dalam penyusunan rancang bangun teknik pengelolaan air lahan gambut untuk pertanian.

Keywords


Curah hujan, elevasi muka air, gambut, pintu air, saluran drainase

References


Agus, F. dan Subiksa, I.G.M. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor, Indonesia.

Amien I., Runtunuwu, E., dan Susanti, E. 2011. Goncangan iklim mengancam ketahanan pangan nasional. Majalah Pangan 20(2):121-132

BBSDLP. 2008. Laporan Tahunan Balai Besar Penelitian dan pengembangan Pertanian 2008. Konsorsium Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Bogor

Evans, M.G., Burt, T.P., dan Holden, J., eds. 1999. Runoff generation and water table fluctuations in blanket peat: evidence from UK data spanning the dry summer of 1995. Journal of Hydrology 221(34):141160.

Hardjowigeno, S. 1986. Sumber daya fisik wilayah dan tata guna lahan: Histosol. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Jaenicke, J., Rieley, J.O., dan Mott, C., eds. 2008. Determination of the amount of carbon stored in Indonesian peatlands. Geoderma 147(34):151-158.

Jaenicke, J., Englhart, S., dan Siegert, F. 2011. Monitoring the effect of restoration measures in Indonesian peatlands by radar satellite imagery. Journal of Environmental Management 92(3):630-638.

Kennedy, G.W. dan Price, J.S. 2005. A conceptual model of volume-change controls on the hydrology of cutover peats. Journal of Hydrology 302(14):1327.

Lozano, D., Arranja, C., dan Rijo, M., eds. 2010. Simulation of automatic control of an irrigation canal. Agricultural Water Management 97:91100.

Noor, M. 2001. Pertanian lahan Gambut: Potensi dan kendala. Penerbit Kanisius. 175 hal

Noor, M. 2010. Lahan gambut. Pengembangan, konservasi, dan perubahan iklim. Gajah Mada University Press.

Perrin, C., Michel, C., Andrassian, V. 2003. Improvement of a parsimonious model for streamflow simulation. Journal of Hydrology 279(1-4):275-289.

Runtunuwu, E. 2010. The agricultural climate database system developed for supporting agricultural research. Jurnal Sumberdaya Lahan 4(1):39-46.

Runtunuwu E., Kartiwa, B., dan Kharmilasari., dkk. 2011. Variabilitas elevasi muka air pada lahan dan saluran air di lahan gambut. Riset Geologi dan Pertambangan 21(2):63-74.

Robroek, B.J.M., Ruijven, J. van, dan Schouten, M.G.C., eds. 2009. Sphagnum re-introduction in degraded peatlands: The effects of aggregation, species identity and water table. Basic and Applied Ecology 10(8):697706.

Soepraptohardjo, M. 1961. Jenis-jenis tanah di Indonesia. Lembaga penelitian Tanah, Bogor.

Soil Survei Staff. 2003. Key to Soil Taxonomy. 9th Edition. United States Department of Agriculture. Natural Resources Conservation Service.

Soil Survei Staff. 2010. Keys to Soil Taxonomy. 11th ed. USDA-Natural Resources Conservation Service, Washington, DC.

Verstappen, H.Th. 1983. Applied Geomorphology Geomorphological Surveis for Environmental Development. Elsevier Science Publishers, Amsterdam.

Vos, J.A., Bakel, P. J. T. van, Hoving, I.E., dan Smidt, R.A. 2010. Raising surface water levels in peat areas with dairy farming upscaling hydrological, agronomical and economic effects from farm-scale to local scale. Agricultural Water Management 97:18871897

Vuuren, D.P., Isaac, M., dan Kundzewicz, Z.W., eds. 2011. The use of scenarios as the basis for combined assessment of climate change mitigation and adaptation. Global Environmental Change 21(2):575-591.




DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v8i2.366

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL SUMBER DAYA AIR

Indexed by:
   Sinta Science and Technology IndexCrossref logo              
 
 
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat