STRATEGI PENGENDALIAN BANJIR KOTA SEMARANG

Hermono S Budinetro

Abstract


Karakter fisik Kota Semarang, di sebelah selatan terdiri daerah tinggi yang berbukit, dan di sebelah utara adalah daerah rendah yang datar. Karena kondisi tersebut daerah kota sebelah utara selalu terancam oleh banjir dan genangan, terutama genangan akibat masuknya air laut ke daratan, yang biasa disebut rob. Penurunan muka tanah, dan naiknya muka air laut, menyebabkan bertambahnya tinggi dan lama genangan akibat banjir. Telah dilakukan studi pengendalian banjir dan genangan dengan konsep Menahan banjir di hulu, menjaga di tengah dan menarik ke hilir serta menjaga agar air dari laut tidak naik ke darat. Di daerah hulu telah diidentifikasi lokasi yang mungkin dibangun dam pengendali banjir, di daerah tengah dilakukan dengan tanggul dan normalisasi sungai sehingga dapat menghidarkan banjir kiriman dari hulu. Di daerah hilir diusulkan, konsep pengendalian banjir dan genangan dengan konsep on-land defense, off-land defense atau kombinasi on dan off-land defense. Dari hasil analisis dengan metode weighted factor yang melibatkan berbagai faktor yang terkandung didapat konsep kombinasi on-land dan off-land yang paling optimal dalam pengendalian genangan akibat rob, dengan total nilai -13 dan tanah reklamsi yang dapat dimanfaatkan seluas 3.286 ha.

Keywords


Pengendalian banjir perkotaan, rob, on-land defense, off-land defense, weighted factor

References


Bappeda. 2007. Penyusunan Dokumen Masterplan Drainase Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang, Semarang.

Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS). 2011. Jakarta and Rob First Atlas Workshop,.Delft Hydraulics, ITB, MLD, PusAir, Triple-A, Witteveen + Bos.

Kodoatie, Robert, J., 2008. Land Subsidence dalam Seminar: Selamatkan Pelabuhan Tanjung Mas! Gerbang Perekonomian Semarang - Jawa Tengah., Pemerintah Kota Semarang, Pusat Litbang Sumber DayaAir, Witteveen+Bos.

Pusat Litbang SDA. 2002. Laporan Akhir Penelitian : Kajian Efektifitas Sistem Waduk Dan Pompa Air Dalam Kerangka Pengendalian Banjir Perkotaan. Balai Bangunan Hidraulik Dan Geoteknik Keairan, Bandung.

Pusat Litbang SDA. 2007. Laporan Akhir Penelitian : Pengembangan Teknologi Pengendalian Banjir Perkotaan Menuju Waterfront City. Balai Bangunan Hidraulik Dan Geoteknik Keairan, Bandung.

Pusat Litbang SDA. 2009. Laporan Penelitian: Ulasan Umum Kelayakan Bendungan Lepas Pantai Di Pantai Utara Semarang. Balai Bangunan Hidraulik dan Geoteknik Keairan, Bandung.

Pusat Litbang SDA. 2010. Laporan Akhir Penelitian : Teknologi Pengendalian Banjir Perkotaan. Balai Sungai, Surakarta.

Schultz, Bart. 2010. Some Considerations on A Foshore Dam in Front of Semarang. Discussion Note On A Foreshore Dam for Semarang.




DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v8i2.369

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL SUMBER DAYA AIR

Indexed by:
   Sinta Science and Technology IndexCrossref logo              
 
 
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat