ANALISIS SPASIAL POTENSI BAHAYA DAERAH PANTAI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI PULAU BALI

Huda Bachtiar

Abstract


Pulau Bali merupakan salah satu pulau yang memiliki nilai infrastruktur dan nilai ekonomi tinggi. Namun demikian, ada potensi bahaya yang dapat mengancam infrastruktur tersebut sebagai akibat perubahan iklim. Untuk itu diperlukan informasi mengenai wilayah yang memiliki potensi bahaya cukup tinggi. Potensi bahaya dihitung berdasarkan parameter-parameter bahaya akibat perubahan iklim, diantaranya kenaikan muka air laut, kejadian ENSO, dan gelombang badai. Berdasarkan hasil simulasi pada tahun 2012, Kabupaten Buleleng merupakan wilayah yang memiliki potensi bahaya paling tinggi dengan luas area bahaya mencapai 20,67 km2, sedangkan wilayah yang memiliki potensi bahaya paling rendah adalah Kabupaten Denpasar dengan luas area sekitar 3,12 km2. Hasil simulasi kondisi ekstrem menunjukan luas area potensi bahaya di Kabupaten Buleleng mencapai 32,55 km2 sedangkan estimasi area yang terancam di Kabupaten Denpasar mencapai 4,51 km2. Untuk simulasi jangka panjang yaitu pada tahun 2030, luas area bahaya di Kabupaten Buleleng mencapai 37,26km2. Secara umum, hasil simulasi menunjukan bahwa luas area yang terancam bahaya tergantung pada profil topografi pantai, akumulasi parameter bahaya, dan waktu.

Keywords


Perubahan iklim, potensi bahaya, analisis spasial, ENSO, gelombang badai

References


BKBPPM Provinsi Bali (Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Bali). 2010. Data Kejadian Bencana Provinsi Bali 2010. Pusdalops PB Provinsi Bali.

BKBPPM Provinsi Bali (Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Bali). 2011. Data Kejadian Bencana Provinsi Bali 2011. Pusdalops PB Provinsi Bali.

BMKG. 2010. Prediksi La Nina Oleh Institusi Internasional Dan BMKG. Indonesia. http://www.bmg.go.id/share/dokumen/update_nino_011110.pdf) (diakses 1 Nopember 2010).

BPBD Kabupaten Buleleng. 2012. Laporan Data Bencana. Pemerintah Daerah, Bali

Ewing, L. 2010. Sea Level Rise: Major Implications to Coastal Engineering and Coastal Management. "In Hand book of Coastal Engineering".World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd., USA.

Indrawan, B. 2011. Kajian Risiko Kenaikan Muka Laut Di Pulau Tarakan. Tugas Akhir Program Studi Oseanografi, Institut Teknologi Bandung.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), 2007. Climate Change 2007 - The Physical Science Basis: Contribution of Working Group I to the Fourth Assessment Report of the IPCC. Cambridge, Cambridge University Press. Jin, F.-F. 1997. An equatorial recharge paradigm for ENSO. Part I: conceptual model. J. Atmos. Sci. 54, 811829.

Latief, H. et al. 2010. Synthesis Report Risk and Adaptation Assessment to Climate Change in Lombok Island, West Nusa Tenggara Province. Ministry of Environment, Indonesia.

Latief,H., et al. 2007. Current Tsunami Research Activities in Indonesia Current Indonesia "On Going Tsunami Research in TRGOn TRG, ITB". ITB, Indonesia.

Ningsih., et al. 2010. Simulation Of Vulnerable Areas To The Impact Of Storm Tide Along Southern Coasts Of Java, Bali, And West Nusa Tenggara. International Conference on Sustainable Built Environment, 1st, Yogyakarta, May 27-29, 2010 Hal. 497-505.

Philander, S. G. H. 1983. El Nino-Southern Oscilation phenomena. Nature 302, 295-301.

Philander, S. G. H. 1990. El Nino, La Nina and the Southern Oscillation. Academic Press, San Diego, USA, pp.293

Rasmusson, E. M. and Carpenter, T. H. 1982. Variations in Tropical Sea Surface Temperature and Surface Wind Fields Associated with the Southern Oscillation/ El Nino. Mon. Wea. Rev. 110, 354384.

Rayner, N. A., D. E. Parker, E. B. Horton, C. K. Folland, L. V. Alexander, dan D. P. Rowell. 2003. Global analyses of sea surface temperature, sea ice, and night marine air temperature since the late nineteenth century, J. Geph. Res., VOL. 108, NO.D14, 4407.

Reynolds, R.W.and T.M. Smith. 1994. Improved Global Sea Temperature Analyses. J. Climate, 7,929-948.

Riandini, F. dan Bachtiar, H. 2011. Prediksi Tinggi Muka Air Ekstrem di Pantai Semarang Akibat Pasang Tinggi dan Badai Tropis. Jurnal Teknik Sumberdaya Air-vol.7 No.2, ISSN 1907-0276

Ropelewski, C. F. and Halpert, M. S. 1987. Global and Regional scale precipitation patterns associated with the El Nino/Southern Oscillation. Mon. Wea. Rev. 115, 16061626

Shore Protection Manual. 1984. 4th ed., 2 Vol., U.S. Army Engineer Waterways Experiment Station, U.S. Government Printing Office, Washington, D.C., 1,088 p.

Suarez, M. J. and Schopf, P. S. 1988. A delayed action oscillator for ENSO. J. Atmos. Sci. 45, 549566.

UHSCL. 2011. Sea Level Center of Data. Hawaii, USA. http://uhslc.soest.hawaii.edu/data/fdd.




DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v8i2.370

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL SUMBER DAYA AIR

Indexed by:
   Sinta Science and Technology IndexCrossref logo              
 
 
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat