PEMANFAATAN MATA AIR DUKUH BLAHKIUH UNTUK SISTEM PELAYANAN AIR TERINTEGRASI

I Gusti Ngurah Kade Mahesa Adi Wardana, Ketut Wiwin Andayani, I Nyoman Anom Purwa Winaya

Abstract


ABSTRACT

Spring water is one of the natural resources that are beneficial to human life such as fulfilling the needs of clean water, irrigation, and others. Non-integrated spring management has the potential to create conflicts among water users, as is the case at Dukuh Blahkiuh Spring. The unbalanced fulfilment of water needs is felt by Subak Uma Poh farmers and other water users. Related to this, it is necessary to analyse the current availability of water and compare it with the needs and potential that can be developed. The utilisation of springs can be properly integrated if the water balance conditions are known in order to achieve fairness and appropriate proportions and avoid conflicts. The method in this research is quantitative analysis with variables of spring discharge, clean water needs, irrigation, and integrated water utilisation systems. This research shows that the potential water availability at Dukuh Blahkiuh Spring currently has an average discharge of 54.53 litres/second with a reliability level of 80%. The water balance condition that occurs is at the water surplus level with a percentage of 38.81%, which means that spring utilisation still has the potential to be developed. The integrated water service system is designed by prioritising the proportion of water use at 47.93% for clean water, 13.26% for irrigation and followed by other uses at 38.81%. Water balance analysis can illustrate the availability, demand and development potential of Dukuh Blahkiuh Spring, so that the integration of management systems can be done to increase its utilisation.

Keywords: springs, water balance, water alocation

 

ABSTRAK

Mata air merupakan salah satu sumber daya alam yang bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti pemenuhan untuk kebutuhan air bersih, irigasi, dan lain-lain. Pemanfaatan dan pengelolaan mata air yang tidak terintegrasi berpotensi menjadi konflik diantara para pengguna air seperti yang terjadi di Mata Air Dukuh Blahkiuh. Pemenuhan kebutuhan air yang tidak berimbang dirasakan oleh petani Subak Uma Poh dengan pengguna air lainnya. Terkait dengan hal tersebut perlu dilakukan analisis mengenai jumlah air yang dihasilkan saat ini dan dibandingkan dengan kebutuhan air bersih, irigasi serta potensi yang dapat dikembangkan. Pemanfaatan mata air dapat diintegrasikan dengan baik apabila diketahui kondisi neraca air yang terjadi dengan tujuan untuk mendapatkan keadilan dan proporsi yang tepat dalam pemanfaatan air guna menghindari konflik yang terjadi. Metode dalam penelitian ini berupa analisis kuantitatif dengan variabel debit mata air, kebutuhan air bersih, irigasi, serta sistem pemanfaatan air terintegrasi. Penelitian ini memberikan hasil bahwa potensi ketersediaan air di Mata Air Dukuh Blahkiuh saat ini memiliki debit rata-rata sebesar 54,53 liter/detik dengan tingkat keandalan sebesar 80%. Kondisi neraca air yang terjadi berada pada level surplus air dengan persentase sebesar 38,81% yang berarti mata air masih memiliki potensi pemanfaatan untuk dapat dikembangkan. Sistem pelayanan air yang terintegrasi dirancang dengan mengutamakan proporsi penggunaan air masing-masing sebesar 47,93% untuk air bersih, 13,26% untuk irigasi dan diikuti penggunaan lainnya sebesar 38,81%. Penggunaan analisis neraca air sangat membantu dalam menggambarkan kondisi ketersediaan, kebutuhan serta pengembangan potensi Mata Air Dukuh Blahkiuh, sehingga dapat dilakukan pengintegrasian sistem pengelolaan untuk peningkatan pemanfaatannya

Kata Kunci: mata air, neraca air, alokasi air


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v20i1.860

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Bintek SDA

Indexed by:
         
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.