CONSTRAINTS IN THE RECYCLED WASTEWATER UTILIZATION IN AN OFFICE BUILDING IN JAKARTA

Vittorio Kurniawan, Widodo Kushartomo, Yolanda Yolanda

Abstract


ABSTRACT

The threat of water scarcity and the progressing technology in sewage treatment plants promote the reuse of recycled wastewater. While the practice itself is beneficial, there are still issues to be solved to utilize its full potential. This study focuses on identifying the bottlenecks or limiting factors in implementing the practice on a building scale. An office building was researched to reveal its water usage pattern. The building introduces a sewage treatment plant so the sewage can be recycled into usable freshwater. The analysis indicates the produced recycled wastewater has not been fully utilized until now. While the volume of the water demand is greater than the recycled wastewater, several factors hinder the total utilization of the reclaimed water. The recycled wastewater is mostly more than enough to cover the water usage for both gardening and toilet flushing, the usages still leave an excess of water for other purposes. Because of the constraints in water quality, finance, and public reception, the excess reclaimed water is yet to be optimally utilized. Firstly, the quality of the reclaimed water is not very convincing to be used for non-flushing human usage and cooling towers. Secondly, the high cost of the investment and the overhaul of the plumbing system (for old buildings) deters the practice of reusing the reclaimed water. Thirdly, many people still have terrible perceptions about reused wastewater thus they would hesitate to utilize it even if the reused water is technically fine.  

Keywords: recycled wastewater, sewage treatment plant, office building, water conservation, rainwater harvesting

 

ABSTRAK

Ancaman kekurangan air dan semakin canggihnya teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mendorong praktik penggunaan kembali air limbah domestik yang telah didaur ulang. Walaupun hal ini menguntungkan, masih ada beberapa isu yang harus diselesaikan untuk memanfaatkan seluruh potensinya. Penelitian ini berfokus untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membatasi implementasi pemanfaatan kembali limbah daur ulang pada skala bangunan. Penulis meneliti pola penggunaan air dari suatu gedung kantor. Gedung ini menggunakan IPAL untuk mengolah limbah domestiknya menjadi air yang dapat digunakan kembali. Analisis menunjukkan bahwa limbah daur ulang masih belum digunakan seluruhnya. Walaupun volume dari kebutuhan air lebih besar daripada volume limbah daur ulang, beberapa faktor menghalangi pemanfaatan secara total. Hasil daur ulang ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman dan toilet, sisanya dapat digunakan untuk keperluan lain. Karena adanya keterbatasan dalam hal kualitas air, keuangan, dan persepsi publik, sisa hasil daur ulang belum dapat dimanfaatkan secara optimum. Pertama, kualitas hasil daur ulang belum memadai untuk keperluan manusia non-toilet dan cooling tower. Kedua, tingginya biaya investasi awal dan pembongkaran-pemasangan kembali sistem plambing (untuk bangunan lama) membuat kebijakan ini kurang menarik. Ketiga, masih banyak orang yang mempunyai persepsi buruk mengenai hasil daur ulang limbah sehingga ragu untuk memanfaatkannya sekalipun bila mutunya baik secara teknis.  

Kata Kunci: limbah daur ulang, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), gedung perkantoran, konservasi air, pemanenan air hujan 


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v20i1.879

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Bintek SDA

Indexed by:
         
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.