Informasi Hidrologi Pada Jaringan Nasional Di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Dan Sulawesi

Wulan Seizarwati

Abstract


Dalam rangka mendukung pengelolaan sumber daya air, perlu disusun informasi hidrologi yang didukung oleh pengelolaan data yang baik. Penyusunan informasi hidrologi ini dilakukan pada 32 dari 48 pos jaringan nasional yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Informasi hidrologi yang disajikan terdiri dari karakteristik DAS, tren, banjir rencana, debit andalan, dan koefisien limpasan. Tingkat keandalan luas DAS menunjukkan 23 dari 32 pos masuk kategori baik (level 1), 6 pos masuk kategori meragukan (level 2), 2 pos perlu dikaji ulang (level 3), dan 1 pos perlu diperbaiki (level 4). Tingkat keandalan data untuk analisis banjir rencana menunjukkan 3 pos masuk kategori andal (level 1), 19 pos masuk kategori kurang andal (level 2), dan 10 pos tidak dapat dianalisis (level 3). Tingkat keandalan data untuk analisis debit andalan dan koefisien limpasan menunjukkan hampir seluruh pos masuk kategori andal (level 1). Karakteristik hidrologi di tiap pulau berbeda beda. Pulau Sumatera dan Kalimantan umumnya memiliki ketersediaan air yang cukup tinggi, sedangkan debit banjir rencana cukup rendah. Sebaliknya, Pulau Jawa dan Sulawesi umumnya memiliki ketersediaan air yang cukup rendah, sedangkan debit banjir rencana cukup tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis karakteristik hidrologi yang andal, seperti banjir rencana, debit andalan, koefisien limpasan, dan lain - lain dalam suatu DAS, sangat dipengaruhi oleh tingkat keandalan data hidrologi yang ditunjukkan dengan periode yang panjang dan menerus.


References


Adidarma, W.K., S. Indrayani, S.M. Yuningsih, L. Galihkusuma. 2014. Rekomendasi Teknis Kendali Mutu Data Debit dan Hujan. Pusat Litbang Sumber Daya Air.

Badan Standardisasi Nasional. 1991. SNI No. 03-2415-1991 Tentang Metode Perhitungan Debit Banjir. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. 2002. SNI No. 6738-2002 Tentang Perhitungan Debit Andalan Menggunakan Lengkung Kekerapan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Davis, G.B. 1991. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1. Jakarta: PT. Pustaka Binamas Pressindo.

Feng, S., Hu, Q., Qian, W. 2004. Quality Control of Daily Meteorological Data in China, 1951 2000 : a New Dataset. International Journal of Climatology. Int. J. Climatol. 24 : 853 870 (2004)

Hameed, T., Marino, M. A., DeVries, J. J. & Tracy, J. C. 1998. Method for Trend Detection in Climatological Variables. J. Hydrol. Engng ASCE 2(4), 154-160.

Hayase, Y., Koseki, K., Lapcharoen, K., Buddhapalit, A. 2001. Development of Hydrological Information System in the Chao Phraya River Basin. Japan Agricultural Research Quarterly (JARQ) 35(3), 171 175 (2001).

Laily, N. A., Adrianita, F., Sari. 2007. Penyusunan Peta Curah Hujan di Indonesia Rata Rata 1971 2000. Jakarta: Badan Meteorologi dan Geofisika. Deputi Bidang Sistem Data dan Informasi. Pusat Sistem Data dan Informasi Klimatologi dan Kualitas Udara.

Ratnayake, U. 2005. Watershed Characteristics. Lecture note: CE 205 Engineering Hydrology.

Shahin, M., Van Oorschot, H.J.L. and De Lange, S.J. 1993. Statistical Analysis in Water Resources Engineering. A.A.Balkema, Rotterdam: Brookfield.

Stair, R. M and G.W. Reynolds. 2010. Principles of Information Systems, a Managerial Approaches, 9th Edition. Course Technology, USA.

WMO. 2008. Guide to Hydrological Practices. Volume I Hydrology From Measurement to Hydrological Information. WMO-No. 168.

WMO. 2013. Guidelines for Implementing a Quality Management System in Hydrology. WMO-No.49.




DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v11i1.110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL SUMBER DAYA AIR

Indexed by:
   Sinta Science and Technology IndexCrossref logo              
 
 
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat