Gagasan Revitalisasi Bendungan Urugan Dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Air

Carlina Soetjiono

Abstract


Pengelolaan sumber daya air yang baik adalah suatu upaya pengelolaan yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (seperti banjir, kekeringan, pencemaran, dan longsoran), dan tidak merusak sumber daya alam sendiri. Mengingat pembangunan bendungan urugan merupakan salah satu bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air, sebaiknya dituangkan dalam suatu konsep pengembangan wilayah berwawasan lingkungan. Perubahan iklim global secara perlahan berdampak pada perubahan sumber daya air terutama siklus hidrologi, jumlah dan pola presipitasi serta cuaca di dunia termasuk Indonesia. Karena itu, mulai sekarang diperlukan upaya adaptasi terhadap situasi tersebut dengan melibatkan peran aktif seluruh pihak terkait untuk memaksimalkan manfaat kegiatan pengelolaan dan pengembangan sumber daya air. Perubahan fenomena alam ini berdampak positif, juga berdampak negatif. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, diperlukan waduk baik alami maupun buatan (bendungan). Bilamana pembangunan bendungan baru saat ini diperkirakan sulit dilaksanakan
karena faktor keterbatasan (pendanaan, lahan dan faktor sosial), maka upaya revitalisasi bendungan yang sudah ada selayaknya diprioritaskan. Salah satu hal penting yang diperlukan dalam revitalisasi adalah melakukan evaluasi keamanan bendungan. Sebab, peran evaluasi keamanan bendungan dapat memberikan andil penting baik dalam pengelolaan sumber daya air umumnya maupun dalam menjaga fungsi dan keamanan bendungan khususnya, untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya air sebesarbesarnya bagi kesejahteraan rakyat.

Keywords


Keamanan bendungan; bendungan urugan; evaluasi; revitalisasi; perubahan iklim global; pengelolaan sumber daya air



DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v6i1.384

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL SUMBER DAYA AIR

Indexed by:
   Sinta Science and Technology IndexCrossref logo              
 
 
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat