PENGARUH KEBERADAAN BENDUNGAN LEUWIKERIS DAN BENDUNGAN MATENGGENG TERHADAP ALOKASI AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CITANDUY

Yusanuari Alaniri, Yadi Suryadi

Abstract


ABSTRACT

The Citanduy watershed service area, which is located in Cilacap Regency, Ciamis Regency, Pangandaran Regency and Banjar City, is currently experiencing an increase in population growth, residential facilities, and the number of immigrants, so that the demand for raw water in these areas is increasing. On the other hand, the availability of water in the area is decreasing, so it is necessary to study potential sources of raw water to determine the solutions to be taken in order to meet the demand for raw water supply and develop potential water resources in the study area. The purpose of this study is to simulate water allocation using the WEAP (Water Evaluation And Planning) software in the Citanduy watershed area. In the data analysis section, two water balance simulation scenarios were created based on the various suggestions to be recommended for developing the potential of water resources in the study area. From the two scenarios that were implemented, a recommendation emerged to build a new irrigation area of 18.800 ha, the Leuwikeris Reservoir with a volume of 69,56 million m3 and the Matenggeng Reservoir with a volume of 500 million m3. With the plan to meet these water needs, it is necessary to conduct a feasibility study of water allocation in order to find out how technically feasible both the Citanduy River and the Leuwikeris Dam are in meeting the water needs as previously planned. Given the strategic location of West Java and Central Java Provinces and the many irrigation areas located within them, the need for and demand for water services will continue to increase over time.

Keywords : simulation of water allocation, Citanduy watershed, Leuwikeris reservoir, Matenggeng reservoir.

 

ABSTRAK

Daerah layanan DAS Citanduy, yang terdapat di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran  dan Kota Banjar saat ini terus mengalami peningkatan pertumbuhan jumlah penduduk, fasilitas pemukiman, dan jumlah pendatang, sehingga kebutuhan air baku di wilayah tersebut semakin meningkat. Di sisi lain ketersediaan air di wilayah tersebut semakin berkurang, sehingga diperlukan adanya suatu studi potensi sumber air baku untuk menentukan solusi yang akan diambil dalam rangka memenuhi kebutuhan penyediaan air baku dan pengembangan potensi sumber daya air di wilayah studi. Tujuan dari studi ini adalah melakukan simulasi alokasi air dengan menggunakan perangkat lunak WEAP (Water Evaluation And Planning) di wilayah DAS Citanduy. Pada bagian analisis data, dibuat dua skenario simulasi neraca air berdasarkan berbagai usulan yang ingin direkomendasikan untuk mengembangkan potensi sumber daya air di wilayah studi. Dari kedua skenario yang dijalankan, muncul sebuah rekomendasi untuk membangun daerah irigasi baru seluas 18.800 Ha, Waduk Leuwikeris dengan volume 69,56 juta m3 dan Waduk Matenggeng dengan volume 500 juta m3. Dengan rencana pemenuhan kebutuhan air tersebut, maka diperlukan adanya suatu kajian kelayakan alokasi air guna mengetahui seberapa layak secara teknis baik Sungai Citanduy maupun  Bendungan Leuwikeris dalam memenuhi kebutuhan air seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Mengingat letak Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah yang cukup strategis serta banyaknya daerah irigasi yang terletak di dalamnya, kebutuhan dan permintaan layanan air akan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Kata Kunci:  simulasi alokasi air, DAS Citanduy, waduk Leuwikeris, waduk Matenggeng.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32679/jsda.v19i2.857

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Yusanuari Alaniri, Yadi Suryadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:
      
 
Sekretariat:
 
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.